Lewati ke konten
Indo Copra Factory

Blog

Mencocokkan berkas kiriman kopra sebelum kapal berangkat

· Oleh PT Kora Prima Abadi · 3 menit baca

Satu pengiriman kopra bukan satu dokumen, melainkan sekumpulan kecil dokumen yang ditulis pihak berbeda pada waktu berbeda. Masalah jarang datang dari dokumen yang sama sekali tidak ada. Masalah datang dari dua dokumen yang menggambarkan kargo yang sama dengan sedikit berbeda: nomor lot yang berubah, nama yang dieja dua cara, berat yang tidak cocok. Catatan ini menyebut dokumen apa yang diharapkan dalam berkas kiriman kopra dan apa yang dibandingkan antar-dokumen, supaya selisih terlihat saat masih bisa diperbaiki.

Dokumennya dan siapa penerbitnya

Kora mencantumkan lima dokumen untuk tiap pengiriman: certificate of analysis (COA), phytosanitary certificate, certificate of origin, packing list, dan bill of lading. Sumber logistik yang kami baca menyebut tiga lagi yang lazim diminta importir: commercial invoice, catatan fumigasi, serta asuransi dan deklarasi ekspor. Tiga itu tidak dicantumkan Kora, dan apakah negara tujuan Anda menginginkannya perlu dipastikan dengan agen bea cukai Anda.

Penerbitnya berbeda. Pemasok atau laboratoriumnya menulis COA dan packing list. Otoritas karantina Indonesia menerbitkan phytosanitary certificate. Lembaga yang disepakati per pesanan menerbitkan certificate of origin. Pelayaran atau forwarder menerbitkan bill of lading. Karena ada empat pihak, tak satu pun melihat seluruh berkas, dan Anda mungkin orang pertama yang membaca semua dokumen berdampingan.

Lima hal yang dicocokkan antar-dokumen

  1. Nama para pihak. Pengirim, penerima, dan pihak yang diberi tahu harus tertulis sama di invoice, packing list, dan bill of lading, termasuk ejaan dan bentuk badan usahanya. Bank dan kantor bea cukai Anda akan membandingkannya huruf demi huruf.
  2. Uraian barang. Nama produk harus konsisten. Tanyakan redaksi apa yang diharapkan negara tujuan, lalu pakai di semua dokumen, jangan biarkan tiap dokumen memakai versinya sendiri.
  3. Identitas lot. Nomor lot dan kode sampel di COA harus terhubung ke lot di packing list. COA untuk lot lain bukan bukti tentang kargo Anda, sebagus apa pun angkanya.
  4. Berat dan jumlah. Bandingkan jumlah karung atau berat curah, bruto dan neto, antara packing list, bill of lading, dan invoice. Selisih kecil punya sebab: tanyakan apa sebabnya dan catat jawabannya.
  5. Tanggal dan tanda. Tanggal COA, tanggal muat, dan tanggal bill of lading harus membentuk urutan yang masuk akal. Nomor kontainer dan segel harus sama antara packing list dan bill of lading.

Minta draf lebih awal

Minta draf packing list dan bill of lading sebelum pemuatan, bukan setelah kapal berangkat. Koreksi pada draf cukup lewat satu surel. Koreksi setelah berlayar bisa berarti biaya amandemen, keterlambatan, dan urusan dengan bank Anda. Tanyakan ke tim sales Kora apakah draf bisa dibagikan sebelum pemuatan.

Tentukan siapa memeriksa apa

Beri tiap perbandingan seorang pemilik. Anda, agen Anda, atau bank Anda bisa masing-masing memegang pasangan dokumen yang berbeda. Catat nama pemilik dan tanggal pemeriksaan, supaya “sudah ada yang melihat” tidak dianggap sebagai pemeriksaan.

Tabel sederhana cukup: dokumen di sisi kiri, lima kecocokan di bagian atas, dan centang, tanggal, serta paraf di tiap sel. Daftar periksa dokumen pengiriman di situs ini menyediakan baris dokumennya; tambahkan kolom Anda sendiri.

Arti sebuah ketidakcocokan

Tidak semua ketidakcocokan adalah masalah, dan tidak semua masalah adalah penipuan. Kebanyakan hanya salah tulis. Tanggapan yang berguna itu tenang dan tertulis: uraikan bedanya, minta penerbit memperbaiki atau menjelaskan, dan simpan kedua versi. Bila penjelasannya belum memuaskan, tahan pembayaran sampai memuaskan.

Batas catatan ini

Kami menjelaskan cara membaca berkas, bukan apa yang diwajibkan hukum negara tujuan Anda. Kami belum meninjau aturan dokumen India, Pakistan, atau tujuan lain selain satu butir Bangladesh di halaman izin kami, dan kami tidak menyatakan apa pun soal nilai pabean atau bea. Jawaban itu milik agen Anda.

Langkah berikutnya

Pakai daftar periksa dokumen pengiriman sebagai daftar awal berkas kiriman kopra Anda, lalu kirim RFQ atau pertanyaan dokumen Anda lewat halaman kontak. Tim sales Kora membalas dalam dua hari kerja dan dapat menyebut mana dari lima dokumen yang dicantumkan akan menyertai pesanan Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Dokumen apa saja yang dicantumkan Kora untuk kiriman kopra?

Kora mencantumkan lima: sertifikat analisis, phytosanitary certificate, certificate of origin, packing list, dan bill of lading. Sumber logistik juga menyebut commercial invoice, catatan fumigasi, serta asuransi dengan deklarasi ekspor. Tanyakan ke broker bea cukai Anda apakah negara tujuan meminta ketiganya.

Apa yang harus sama di packing list, invoice, dan bill of lading?

Nama pengirim, penerima, dan pihak yang diberi tahu, termasuk ejaan dan akhiran perusahaan. Lalu uraian barang, jumlah karung atau berat curah (kotor dan bersih), serta nomor kontainer dan segel. Bank dan kantor bea cukai Anda membandingkannya huruf demi huruf.

Kenapa nomor lot di COA kopra penting?

COA hanya bukti untuk lot yang dicakupnya. Kalau nomor lot dan kode sampel di COA tidak nyambung dengan lot di packing list, angkanya tidak bicara apa-apa tentang kargo Anda, sebagus apa pun. Pastikan COA terikat ke lot yang dikirim.

Kapan sebaiknya meminta draf dokumen kiriman untuk pesanan kopra?

Sebelum muat, bukan setelah kapal berangkat. Koreksi pada draf cukup lewat email. Koreksi setelah kapal berangkat bisa berarti biaya amandemen, keterlambatan, dan urusan dengan bank. Tanyakan ke sales Kora apakah draf bisa dibagikan sebelum muat.

Bagikan: WhatsApp LinkedIn Email